Tuesday, 8 December 2015

makalah belajar dan pembelajaran


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Belajar sebagai  karakteristik yang membedakan manusia dengan makhluk lain, merupakan aktivitas yang selalu dilakukan sepanjang hayat manusia, bahkan tiada hari tanpa belajar. Belajar merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihan-pelatihan atau pengalaman-pengalaman. Salah satu ciri dari aktivitas belajar menurut para ahli pendidikan dan psikologi adalah adanya perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku itu biasanya berupa penguasaan terhadap ilmu pengetahuan yang baru dipelajarinya, atau penguasaan terhadap keterampilan dan perubahan yang berupa sikap. Untuk mendapatkan perubahan tingkah laku tersebut, maka diperlukan tenaga pengajar yang memadai. Pengajar atau disebut juga dengan pendidik sangat berperan panting dalam proses pembelajaran. Pendidik yang baik akan mampu membawa peserta didiknya menjadi lebih baik.
Guru, instruktur atau dosen seringkali menyamakan istilah pengajaran dan pembelajaran. Padahal pengajaran lebih mengarah pada pemberian pengetahuan dari guru kepada siswa yang kadang kala berlangsung secara sepihak. Sedangkan pembelajaran merupakan suatu  kegiatan yang berupaya membelajarkan siswa secara terintegrasi dengan memperhitungkan faktor lingkungan belajar, karakteristik siswa, karakteristik bidang studi serta berbagai strategi pembelajaran, baik penyampaian, pengelolaan, maupun pengorganisasian pembelajaran.
Ilmu pembelajaran menaruh perhatian pada upaya untuk meningkatkan pemahaman dan memperbaiki proses pembelajaran. Untuk memperbaiki proses pembelajaran tersebut diperlukan berbagai model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi pembelajaran. Yang dimaksud dengan kondisi pembelajaran di sini adalah tujuan bidang studi, kendala bidang studi, dan karakteristik peserta didik yang berbeda memerlukan model pembelajaran yang berbeda pula.
1.2  Rumusan Masalah
      1.Apakah yang dimaksud belajar dan Bagaimana konsep dasar belajar?
      2. Apakah yang dimaksud pembelajaran?
3. Bagaimana konsep dasar  pembelajaran?
4. Bagaimana pendekatan atau model dalam pembelajaran?
      5. Bagaimana peran guru dalam kegiatan pembelajaran?
      6. Apakah yang dimaksud Kognitif, Afektif, Psikomotorik dan Bagaimana  konsep penerapan?
    
1.3  Tujuan
      1.Untuk mengetahui Apakah yang dimaksud belajar
      2. Untuk mengetahui Bagaimana konsep dasar belajar
3. Untuk mengetahui Apakah yang dimaksud pembelajaran?
4. Untuk mengetahui Bagaimana konsep dasar  pembelajaran?
5. Untuk mengetahui Bagaimana pendekatan atau model dalam pembelajaran?
      6. Untuk mengetahui Bagaimana peran guru dalam kegiatan pembelajaran?
      7. Untuk mengetahui Apakah yang dimaksud Kognitif, Afektif, Psikomotorik
       8. Untuk mengetahui Bagaimana  konsep penerapan Kognitif, Afektif, Psikomotorik
1.4  Manfaat 
      1. Mengetahui Apakah yang dimaksud belajar
      2. Mengetahui Bagaimana konsep dasar belajar
3.Mengetahui pengertian pembelajaran
4.Mengetahui konsep dasar pembelajaran
5.Mengetahui pendekatan atau model dalam pembelajaran
6.Mengetahui peran guru dalam kegiatan pembelajaran
7.Mengetahui Apakah yang dimaksud Kognitif, Afektif, Psikomotorik
8.Mengetahui Bagaimana  konsep penerapan Kognitif, Afektif, Psikomotorik
BAB II
PEMBAHASAN
1.Pengertian Belajar
Pada hakekatnya, adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Menurut Sudjana,1989 Belajar juga merupakan proses melihat, mengamati dan memahami sesuatu. Sedangkan menurut Witherington, 1952 menyebutkan bahwa “Belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai suatu pola-pola respon yang berupa keterampilan, sikap, kebiasaan, kecakapan atau pemahaman”.
Konsep Belajar
Beberapa hal yang berkaitan dengan pengertian belajar yaitu belajar suatu proses yang berkesinambungan yang berlangsung sejak lahir hingga akhir hayat, dalam belajar terjadi adanya perubahan tingkah laku yang bersifat relatif permanen, hasil belajar ditunjukan dengan tingkah laku,dalam belajar ada aspek yang berperan yaitu motivasi, emosional, sikap,dan yang lainnya. Menurut Gagne dan Briggs (1988), perubahan tingkah laku dalam proses belajar menghasilkan aspek perubahan seperti kemampuan membedakan, konsep kongkrit, konsep terdefinisi, nilai, nilai/aturan tingkat tinggi, strategi kognitif, informasi verbal, sikap, dan keterampilan motorik.
Proses belajar terjadi apabila individu dihadapkan pada situasi di mana ia tidak dapat menyesuaikan diri dengan cara biasa, atau apabila ia harus mengatasi rintangan-rintangan yang mengganggu kegiatan-kegiatan yang diinginkan. Proses penyesuain diri mengatasi rintangan terjadi secara tidak sadar, tanpa pemikiran yang banyak terhadap apa yang dilakukan. Dalam hal ini pelajar mencoba melakukan kebiasaan atau tingkah laku yang telah terbentuk hingga ia mencapai respon yang memuaskan.
Jadi belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang berkesinambungan antara berbagai unsur dan berlangsung seumur hidup yang didorong oleh berbagai aspek seperti motivasi, emosional, sikap dan yang lainnya dan pada akhirnya menghasilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan. Unsur utama dalam belajar adalah individu sebagai peserta belajar, kebutuhan sebagai sumber pendorong, situasi belajar, yang memberikan kemungkinan terjadinya kegiatan belajar.
2. Pengertian Pembelajaran
Dan Pembelajaran yang diidentikkan dengan kata “mengajar” berasal dari kata dasar “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut)  ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an menjadi “pembelajaran”, yang berarti proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar. (KBBI)
Dengan kata lain, kegiatan pembelajaran adalah kegiatan yang di dalamnya terdapat proses mengajar, membimbing, melatih, memberi contoh, dan atau mengatur serta memfasilitasi berbagai hal kepada peserta didik agar bisa belajar sehingga tercapai tujuan pendidikan. Pembelajaran juga diartikan sebagai usaha sistematis yang memungkinkan terciptanya pendidikan.
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi Proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Proses Pembelajaran juga dapat diartikan sebagai suatu rangkaian interaksi antara siswa dan guru dalam rangka mencapai tujuannya
3. Konsep Dasar Pembelajaran
Dalam pembelajaran, guru mempunyai tugas-tugas pokok antara lain bahwa ia harus mampu dan cakap merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan membimbing dalam kegiatan pembelajaran. Dengan kata lain, agar para guru mampu menunaikan tugasnya dengan sebaik-baiknya, ia terlebih dahulu hendaknya memahami dengan seksama hal-hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran.
4. Pendekatan atau Model dalam Pembelajaran
Belajar dapat dilakukan diberbagai tempat, kondisi, dan waktu. Cepatnya informasi lewat radio,       televisi, film, wisatawan, surat kabar, majalah, dapat mempermudah belajar. meskipun informasi dengan mudah dapat diperoleh, tidak dengan sendirinya seseorang terdorong untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan dari padanya. Guru profesional memerlukan pengetahuan dan ketrampilan pendekatan pembelajaran agar mampu mengelola berbagai pesan sehingga siswa berkebiasaan belajar sepanjang hayat.
Pendekatan pembelajaran dapat berarti anutan pembelajaran yang berusaha meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif, afekif, dan psikomotorik siswa dalam pengolahan pesan sehingga tercapai sasaran belajar.
Dalam belajar tentang pendekatan pembelajaran tersebut, orang dapat melihat:
      (a)   Pengorganisasian siswa,
      (b)  Posisi guru-siswa dalam pengolahan pesan, dan
      (c)  Pemerolehan kemampuan dalam pembelajaran.
Pendekatan pembelajaran dengan pengorganisasian siswa dapat dilakukan dengan:
      (a)    Pambelajaran secara individual,
      (b)    Pembelajaran secara kelompok, dan
      (c)    Pembelajaran secara klasikal.
Pada ketiga keorganisasian siswa tersebut tujuan pengajaran, peran guru dan siswa, program pembelajaran, dan disiplin belajar berbeda-beda. Pada ketiga pengorganisasian siswa tersebut siswa tersebut seyogyanya digunakan untuk membelajarkan siswa yang menghadapi kecepatan informasi pada masa kini.
Sehubungan dengan posisi guru-siswa dalam pengolahan pesan, guru dapat menggunakan strategi ekspositori, strategi discovery, dan strategi inkuiri. Strategi ekpositori, strategi discovery, dan strategi inkuiri. Strategi ekspositori masih terpusat pada guru; oleh karena itu seyogianya dikurangi. Strategi discovery dan inkuiri terpusat ada siswa. Dalam kedua strategi ini siswa dirancang aktif belajar, sehingga ia dapat menemukan, bekerja secara ilmu pengetahuan, dan merasa senang. Pada tempatnya guru menggunakan strategi discovery dan inkuiri yang sesuai dengan pendekatan CBSA.
Dalam pembelajaran pada pebelajar terjadi peningkatan kemampuan. Semula, ia memiliki kemampuan pra-belajar; dalam proses belajar pada kegiatan belajar hal tertentu, ia meningkatkan tingkat atau memperbaiki tingkat ranah-ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Keputusan tentang perbaikan tingkat ranah tersebut didasarkan atas evaluasi guru dan unjuk kerja siswa dalam pemecahan masalah. Dari sisi guru, proses pemerolehan pengalaman siswa atau proses pengolahan pesan tersebut dapat dilakuikan dengan cara dedukatif dan induktif. Pengolahan pesan secara deduktif dimulai dari generalisasi atau suatu teori yang benar, pencarian data, dan uji kebenaran generalisasi atau suatu teori tersebut. Pada pengolahan pesan secara induktif kegiatan bermula dari adanya fakta atau peristiwa khusus, penyusunan konsep-konsep. Dalam usaha pembelajaran guru dapat menggunakan pengolahan pesan secara deduktif atau induktif tergantung pada karakteristik bidang studinya
Selain pendekatan atau model belajar individual, kelompok dan klasikal, masih terdapat banyak model belajar yang lain.  Di antaranya:
Teori belajar
Yang ditekankan
Tokoh
Behaviorisme (tingkah laku)
Stimulus, respon, penguatan motivasi
Pavlov, Skinner, Bandura
Cognitivisme
Daya ingat, perhatian, pemahaman mendalam, organisasi gagasan, proses informasi
Brunner, Piaget, Ausubel
Konstruktivisme
Pengalaman, interaksi
Jean Piaget, Vygotsky,
Humanisme
Emosi, perasaan, komunikasi yang terbuka, nilai-nilai
John Miler
5. Peran Guru Dalam Kegiatan Pembelajaran
Peran guru dalam pembelajaran yaitu membuat desain instruksional, menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, bertindak mengajar atau membelajarkan, mengevaluasi hasil belajar yang berupa dampak pengajaran. Selain itu, menurut Djamarah (2000: 43-48) bahwa tugas dan tanggung jawab guru atau lebih luasnya pendidik adalah sebagai:
    1)      Korektor, yaitu pendidik bisa membedakan mana nilai yang baik dan mana nilai yang buruk, koreksi atau penilaian yang dilakukan bersifat menyeluruh dari segi  kognitif, afektif, dan psikomotorik. Setiap peserta didik mempunyai kemampuan yang berbeda dalam menerima pelajaran. Ada yang mempunyai kemampuan baik di bidang kognitif tetapi kurang pada afektifnya, ada pula yang baik pada psikomotorik namun kurang pada kognitifnya, dan berbagai macam perbedaan peserta didik yang lain. Oleh karena itu, dalam memberikan penilaian, hendaknya pendidik tidak hanya memberikan penilaian dari satu aspek saja.
    2)      Inspirator, yaitu pendidik menjadi inspirator atau ilham bagi kemajuan belajar siswa atau mahasiswa, petunjuk bagaimana cara belajar yang baik, serta member masukan dalam menyelesaikan masalah lainnya.
   3)      Informator, yaitu pendidik harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan peserta didik yang dibekali pengetahuan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka peserta didik tersebut akan memiliki daya saing yang tinggi. Sehingga peserta didik tidak akan tertinggal di era global ini.
   4)      Organisator, yaitu pendidik harus mampu mengelola kegiatan akademik (belajar), hingga tercipta kegiatan pembelajaran yang tertib dan menyenangkan.
  5)      Motivator, yaitu pendidik harus mampu mendorong peserta didik agar bergairah dan aktif belajar. Motivasi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING BELAJAR

                   SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING BELAJAR


SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN KONSELING

Kelas                                        : X A
Semeter                                    : I/2012-2013
Hari/tanggal                              : Senin / 12 Maret 2012
Alokasi waktu                          : 1x45 menit
Tempat                                     : Ruang kelas X A
Layanan                                    : Layanan Pembelajaran
Bidang                                      : Bimbingan Belajar
Judul/Spesifikasi Layanan          : Konsentrasi dalam Belajar
Fungsi Layanan                         : Pemahaman
Tujuan (Khusus)
1.      Siswa dapat memahami cara mudah berkonsentrasi saat belajar
2.      Siswa dapat memahami pelajaran yang diajarkan guru dengan mampu berkonsentrasi dengan baik saat belajar

A.       Materi                               :  Tips Konsentrasi dalam Belajar (terlampir)
B.       Metode                             :  Ceramah, Tanya jawab, Dinamika Kelompok
C.       Kegiatan Awal           : Mengucapkan salam, memeriksa situasi dan kondisi kelas, memeriksa kehadiran siswa.
Kegiatan Inti:
            Eksplorasi:
1.      Menginformasikan materi yang akan dibahas.
2.      Menjelaskan tujuan penyampaian materi.
Elaborasi:
             1.         Siswa mengerjakan kuis cara meningkatkan konsentrasi dalam belajar.
             2.         Siswa membacakan hasilnya
Konfirmasi:
1.      Guru Pembimbing memberikan umpan balik terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi dari berbagai sumber.
2.      Guru memberikan motivasi kepada siswa dalam rangka meningkatkan semangat dalam proses belajar.
Kegiatan Akhir:
·        Siswa diminta menyampaikan manfaat yang diperoleh setelah menerima layanan.
·        Pembimbing menyampaikan harapan setelah siswa menerima materi layanan.

D.       Alat dan Media                  : LCD, Spidol
E.        Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut

Penilaian Proses
Mengamati perhatian, respon dan aktifitas siswa saat kegiatan layanan berlangsung.
Penilaian Hasil
Pedoman Observasi
No
Pedoman Observasi
Keterangan
1.
Mata atau pandangan siswa terhadap guru pembimbing saat menjelaskan.
Mata tertuju pada guru pembimbing.
2.
Antusiasme siswa terhadap materi.
Para siswa antusias terhadap materi atau permainan yang diberikan.
3.
Ketenangan siswa saat memperhatikan materi.
Ketenangan kurang terkontrol karena masih bingung dengan apa yang dijelaskan.
4.
Respon siswa tentang pengetahuan yang didapat dari penjelasan materi yang disampaikan.
Respon atau manfaat hasil yang didapat dari permainan dapat diserap oleh siswa.

Ø      Laiseg
Memberikan pertanyaan lisan secara acak untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.
Pertanyaan lisan:
·        Apa yang diperoleh permainan tadi?
·        Apa yang perlu ditingkatkan dari permainan yang telah dilaksanakan?
Ø      Laijapen
Memantau perkembangan siswa berkaitan dengan peningkatan dalam proses belajar.
Ø      Laijapang
Melakukan interview pada siswa dalam jangka waktu kurang lebih 1 bulan untuk menilai peningkatan dalam proses belajar.
Pedoman interview:
·        Apakah anda sudah dapat berkonsentrasi saat belajar?
·        Bagaimana tingkat konsentrasi anda setelah mendapat materi konsentrasi?
·        Apa yang membuat anda tidak berkonsentrasi saat belajar?

F.        Keterkaitan Layanan ini dengan Kegiatan Pendukung
Himpunan Data.


H.       Pendidikan karakter yang ditanamkan
- Siswa akan dapat belajar untuk memperhatikan orang lain (mendengarkan)
I.    Buku Sumber                     : 
Internet 
J.         Biaya                                 : -



Salatiga, 12 Maret 2012

                                          Mengetahui
                             Kepala Sekolah                                                   Perencana Layanan



                                                                                                               Steffi Assen






Lampiran I :
MATERI LAYANAN
Belajar dengan tekun dan disiplin memang baik. Tapi akan lebih baik kalau kamu belajar dengan cerdas. Belajar dengan cerdas akan sangat menunjang keberhasilan studimu. Dalam tips ini diuraikan hal-hal apa saja yang perlu kamu lakukan agar bisa mulai belajar dengan cerdas dan berhasil.
1. Belajarlah sambil mendengarkan musik . Berbagai penelitian yang pernah dilakukan menunjukkan adanya hubungan antara pengaruh musik dengan peningkatan prestasi belajar. Musik membuat kamu “mengalir’ , dan merangsang pikiran untuk berkosentrasi pada apa yang sedang kamu pelajari atau kerjakan . Idealnya kamu mendengarkan musik klasik atau instrumentalia/ musik lembut dengan beat yang santai . Tapi kalau kamu tidak bisa menikmatinya , putarlah musik kesayanganmu.
2. Ciptakan suasana ruang belajarmu senyaman mungkin supaya kamu betah berada disana. Kalau memungkinkan , hiasilah dengan gambar-gambar pilihan atau kata-kata yang bisa memberimu motivasi. Boleh juga menggantungkan poster idolamu , photo kekasihmu , atau piagam pengahrgaan yang pernah kamu raih . Perhatikan juga ventilasi udara agar kamu tidak merasa kepanasan atau kedinginan . Aturlah penerangan agar sesuai dengan keperluanmu , tidak terlalu redup dan tidak pula terlalu menyilaukan.
3. Aturlah waktu belajarmu dengan seefisien mungkin . Biasakanlah untuk belajar setiap hari pada jadwal yang telah kamu tetapkan. Hindari kebiasaan menumpuk tugas yang perlu dikerjakan sampai menjelang batas akhir waktu yang ditetapkan. Hentikanlah kebiasaan sistem kebut semalam. Cara belajar seperti itu akan membentuk kamu menjadi pribadi yang harus ditekan untuk bergerak . Pola ini biasanya akan berlanjut ketika kamu sudah memasuki dunia kerja dan bisa menghambat peningkatan karirmu kelak.
4. Belajarlah dengan aktif . Jangan puas hanya menjadi pelajar yang teoritis saja. Hasil belajarmu akan lebih optimal kalau kamu belajar sambil mempraktekkan apa yang kamu pelajari. Sistem belajar sambil praktek sudah terbukti berhasil diterapkan dalam banyak pendidikan inormal seperti kursus bahasa, mengemudi, menjahit dsb. Prinsipnya berlaku untuk bidang apapun yang kamu pelajari , termasuk belajar bicara didepan umum , belajar berdansa , berenang dsb.
5. Belajarlah dengan minat yang besar agar kualitas dan hasil belajarmu lebih optimal. Dengan minat yang tinggi , kamu akan bersemangat menggali berbagai sumber untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi yang kamu pelajari. Itulah alasannya mengapa sebaiknya kamu kuliah dibidang yang benar-benar kamu minati. Kalau kamu sangat menyukai teknik , mungkin kamu akan mengalami masalah kalau kamu harus kuliah ekonomi dsb. Tapi kalau kamu sudah terlanjur salah jurusan, atau berada ditempat yang kurang kamu sukai maka cobalah unuk menyukainya. Milikilah rasa tanggung jawab terhadap sesuatu yang telah kamu ambil atau putuskan. Namun terkadang minat juga bisa muncul dari penyusuaian diri , percayalah tidak ada ilmu yang tak bermanfaat raihlah segala bidang ilmu , pelajari dengan matang jangan setengah-setengah hingga bisa didapat suatu kecerdasan multi dimensi.
6. Pelajarilah teknik belajar yang efektif agar kamu bisa belajar dengan waktu yang relatif singkat tapi dengan hasil yang lebih memuaskan. Sebagai contoh TEKNIK PENYEBARAN WAKTU mengajarkan bahwa lebih baik kamu belajar 3 x 1 jam daripada 1 x 3 jam.
7. Pelajarilah teknik membaca cepat agar kamu bisa membaca dengan kecepatan tinggi dan dengan pemahaman yang tinggi pula. Ini adalah kemampuan vital bagi kamu yang hidup diera digital dan informasi. Dengan daya baca berkecepatan tinggi, syukur-syukur bisa membaca dengan mata hati pula ,sehingga arus informasi yang deras tidak akan meneggelamkan kamu , tapi justru melejitkan prestasimu untuk meraih keberhasilan.
8. Pelajarilah teknik mengingat dengan memanaatkan kata kunci atau kata akronim. Dengan kemampuan ini daya ingatmu akan dipertajam sehingga kamu bisa mengingat bahan pelajaran dengan cepat dan akurat. Banyak teknik mengingat yang sudah teruji praktis yang dapat dipelajari untuk meningkatkan daya ingat, daya konsentrasi dan memacu potensi belajar.
9. Pelajarilah teknik menulis. Dengan kemampuan ini kamu tidak akan mengalami kesulitan untuk melakukan kegiatan tulis-menulis secara sistematis dan mudah dipahami, baik berupa laporan , skiripi, artikel dsb. Keahlian menulis sangat diperlukan didunia kerja dan juga akan memungkinkan kamu untuk menjadi penulis buku , wartawan dsb.
10. Pelajarilah cara berpikir yang logis , rasional dan objektif. Meskipun pikiran kamu lebih hebat dari komputer , mungkin baru sebagian saja /kecil bagian dari otakmu yang kamu manfaatkan. Berkat jasa para ilmuwan, sekarang otak kamu bisa dilatih untuk memacu potensimu yang luar biasa sehingga kamu bisa lebih berprestasi dalam studi dan sukses dalam hidup.
Cara Mudah berkonsentrasi

·              Melakukan kebiasaan rutin
·              Belajar dilingkungan yang tenang
·              Hindari melamun
·              Pelajari catatan
·              Tunjukan perhatian didalam kelas
·              Hindari gangguan
·              Beri semangat dan motivasi diri
·              Disiplin pada waktu
·              Perhatikan kondisi fisik(istirahat )

Hambatan berkonsentrasi

  • Belum memiliki tujuan
  • Kekurangan minat terhadap sesuatu pekerjaan
  • Urusan atau fikiran-fikiran kecil yang melintas dalam otak sehingga memecahkan perhatian
  • Tidak percaya kepada kemampuan diri sendiri
  • Kondisi fisik yang lemah & bosan
Lingkungan tidak mendukung (berisik,kotor dll)
           

Lampiran II :
PEDOMAN PERMAINAN
Ø      Permainan yaitu bermain Alat Indra (mata,hidung,tangan,telinga)
Ketika guru  menyebut satu nama alat indra maka siswa diminta memegang alat indra yang bukan disebutkan oleh guru.
Pasangan indra dalam permainan yaitu:
Mata --------------Hidung
Hidung------------Mata
Tangan-------------Telinga
Telinga-------------Tangan




Lampiran III :

PESOMAN DISKUSI KELOMPOK

1.      Apa yang kamu peroleh dari permainan  Konsentrasi ( Alat Indra ) ?
2.      Apa yang membuat kamu bisa berkonsentrasi ?
3.      Apa yang membuat kamu tidak bisa berkonsentrasi ?
4.      Bagaimana perasaan mengikuti permainan Konsentrasi ( Alat Indra ) ?
5.      Adakah kesulitan dari permainan tersebut ( Alat Indra ) ?





Lampiran IV :

PEDOMAN OBSERVASI

ASPEK YANG DI AMATI
JUMLAH
1. Siswa yang mengontrol saat materi di sampaikan
6
2. Siswa yang bertanya
5
3. Siswa yang tidak mampu menjelaskan pedoman permainan
2
4. Siswa yang mengikuti permainan
10
5. Siswa yang berpatisipasi dalam diskusi kelompok
12
6. Kelompok yang mengungkapkan hasil diskusi
5
7. Siswa yang belum berhasil salam berkonsentrasi dalam permainan
3






 =============================================================




LAPORAN PELAKSANAAN


Judul/ Spesifikasi Layanan   : Konsentrasi dalam Belajar
Kelas                                      : X A  SMA Harapan Maju
Waktu Pelaksanaan              : 1 x 45 Menit


1.      Proses
Bimbingan klasikal ini di laksanakan di kelas X A. Bimbingan ini di laksanakan dengan metode permainan, walaupun sebelum permainan praktikan memberikan sedikit materi tentang konsentrasi belajar. Dalam pelaksanaan permaianan siswa sangat antusias dan dapat berinteraksi satu sama lain. Walaupun kelas agak gaduh tapi buat praktikan ini suasana yang sangat berkesan karena siswa dan praktikan dapat membaur. Siswa dapat berlatih konsentrasi melalui gambar.
2.      Hasil
Hasil yang di peroleh dari layanan ini adalah Siswa dapat belajar berkonsentrasi agar dapat optimal. Siswa dapat menerapkan konsentrasi dalam belajar. Keaktivan siswa di kelas menjadi lebih terlihat karena melalui metode permainan siswa dapat melepas kebosanan mendengarkan dalam kelas.

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK DI SMA NEGERI 1 SEPUTIH MATARAM

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK DI SMA NEGERI 1 SEPUTIH MATARAM SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Nama Konseli ...